JURNAL 2 | Corat-coret

Senin 19 Juli – Kamis 22 Juli 2021

  • Mana topengmu?
  • Sudah kulepaskan semalam.

Kenapa aku merampungkan dari Senin hinga kamis kemarin? Banyak hal yang kulalui dalam 4 hari itu. Dan sekarang hari jumat pukul 10:24 am, aku ingin menuliskan bagaimana 'badai' itu datang memporak-porandakan kapalku. Suara-suara begitu nyata, banyak macam, ada yang berkomentar, ada yang menyuruh, ada yang menyalahkan, ada pula yang dengan lantagnya menghardik dan memberikan kalimat-kalimat negatif untukku. Delusiku dimulai lagi. Aku merasa bukan menjadi diriku sendiri.

Delusi akan aku yang tak bisa mendengar suara-suara orang asli, halusinasi yang aku liat diriku yang menabrakan diri dijalan, atau tentang bagaimana mereka menyuruhku dan menggodaiku untuk overdosis saja. Pikiran akan bunuh diri-dan menyakiti diri begitu besar. Mungkin ini fase depresiku. Aku jadi takut lagi mau bilang semua hal ke dokter, aku mulai tidak percaya. Iya delusiku, yang membuat aku berpikir aku adalah kegilaan yang mematikan. Hari-hari aku lewati tanpa skip minum kopi, mungkin ini pelarianku.

Aku takut kalo obat-obatku mulai membuatku sulit membedakan mana yang nyata mana yang bukan. Aku bahkan mulai aktif melukis lagi, mengekspresikannya bukan dalam bentuk kata tapi seni. Sampai sekarang aku menulis ini, suara-suara masih ada.Aku terbiasa memakai earphone untuk menutupi kebisingan ini.

Aku pun merasa bersalah karena tidak bisa melihat wajah mama tadi malam. Aku sedang kacau. Tak ada ekspresi yang bisa aku tunjukkan lewat wajahku. Datar-semua datar. 4 ke 5 hari, semoga 5 hari berikutnya aku masih bertahan. Sejujurnya aku capek, capek secara mental dan raga. Aku capek dengan segala apa yang ada. Aku ingin mengahkhiri semuanya. Aku ingin pergi saja.